Saturday, July 2, 2016

Budidaya Tanaman Bawang Prei di Lahan Gambut
 ( Allium Fistulosum)

 A. Pendahuluan
Bawang merupakan tanaman semusim yang berbentuk rumput. Dalam kebutuhanan sehari hari menduduki tempat yang penting sesudah bawang merah. Tanaman ini mempunyai umbi yang relatif kecil. Bawang prei/bakung untuk diambil daunya sebagai campuran yang memberikan rasa enak pada sayuran. Beberapa jenis masakan yang memerlukannya sebagai penyedap rasa antara lain : mie, sop, cap cai, dadar telur masak mie goreng dll. 
 Setiap 100 mgr daun bawang mengandung 1,8 mgr protein, 1365 IU vitamin A, 0,09 mgrvitamin B dan 37 mgr vitamin C. kebiasaan mengkonsumsi bwang prei ini secara teratur dapat memperbaiki suara seseorang lebih baik. Tanaman bawang prei ini dapat dibedakan menjadi 2 macam antara lain :
1. Bawang bakung, yaitu tanaman yang mempunyai daun besar dan lebar, warna
    hijau  tua/hijau kebiru biruan dan tingginya antara 40 - 60 cm,anaknya hanya sedikit.
2. Bawang daunyaitu tanaman yang mempunyai daun lebih kecil, warna daun hijau muda,
    tinggi tanaman mencapai 30 cm, tanaman ini berdiri tegakdan berumpun.



Gambar Bawang Prei
B. Tanah dan Iklim
      Tanaman bawang Prei/daun dapat tumbuh baik dalam berbagai iklim atau sepanjang musim , asal cukup mendapat air. Di tanah gambut khususnya di wilayah BP3K Basarang Kecamatan Basarang pengembangan bawang ini sangat mengembirakan untuk dikembangkan walaupun tanahnya merupakan tanah gambut namun hasilnya sangat memuaskan, dengan adanya keuletan oleh petani dapat mensuplei untuk kalangan pasar baik kuala kapuas diluar kota kuala kapuas misalnya Palangkaraya.
C. Cara Bercocok Tanam
     1. Pengolahan Tanah
         Penanaman bawang daun ini bisa dilakukan pada semua jenis tanah termasuk tanah gambut, asal tanah tersebut  gembur ( tidak mudah padat) dan tidak tergenang air.Pengolahan tanah dilakukan dengan dicangkul, tetapi tika perlu terlalu dalam, karena akan menyebabkan pirit dalam tanah akan naik menyebabkan tingkat kemasaman tinggi. Karena sistem perakaran tanaman bawang ini dangkal, maka perlu dibuat bedengan, hal ini untuk mengatasi genangan air jika musim hujan. Cara pengolahan tanah, mula mula tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 20 - 30 cm, kemudian diberi pupuk kandang yang telah masak sebanyak 10 - 15 ton/ ha  dan kapur dolomit sebanyak 3 - 4 ton /ha untuk mengurangi kemasaman. Setelah tanahnya diratakan lalu dibuat saluran - saluran/ bedengan, kemudioan dibuat saluran - saluran kecil kira - kitr 10 cm dan jarak antar saluran 25 cm.
2. Penanaman.
     Tanaman bawang daun/bakung/prei dapat diperbanyak dengan anakan tunas/biji. tetapi pada umumnya petani menggunakan anakan/tunas. Penanaman dengan anakan tunas bisa dilakukan denganm membuat lobang penanaman yang jaraknya 15 X 15 cm, penanaman 1-2 batang bibit pada tiap - tiap lobang. Bila menggunakan anak tunas sebagai bibit, maka daun - daunya harus dipotong sampai batas batangnya untuk mempermudah penanaman. Untuk penanaman dengan mengunakan saluran - saluran , maka jarak antara saluran 25 cm dan jarak dalam saluran 20 cm. Makin dalam lubang tanam/ sampai batas tertentu makin panjang bagian batang berwarna putih.
3. Pemeliharaan
     Pada saat tanaman berumur 3 minggu, tanah digemburkan yang sekaligus menyiang rumput - rumput liar. Pada saat itu juga tanaman dibumbun. Penyiangan kedua kalinya pada waktu tanaman berumur 6 minggu hst. Pemupukan pertama dilakukan setelah pengolahan tanah yaitu pemberian pupuk kandang yang telah masak dan kapur sebagai pupuk dasar.Setelah berumur 3 - 4 minggu dari waktu tanam, tanaan perlu diberi pupuk anorganik berupa ZA sebanyak 3 grm/tanaman atau urea 1,5 grm/tanaman. Pupuk buatan ini diletakan di kanan kiri tanaman.Setelah pupuk buatan diletakan kemudian dilakukan penutupan dengan tanah segera untuk mengurangi penguapan.
Pengendalian hama OPT yang sering menyerang bawang antara lain ulat - ulat daun yang sering menyerang ujung tanaman bawang daun dapat dikendalikan dengan Bayrusil atau sesuai yang ada setempat.
4. Panen
    Setelah tanaman berumur 2,5 bulan tanaman bawang daun sudah dapat dipungut. Biasanya pemungutan dilakukan dengan cara mencabut seluruh tanaman berikut dengan umbinya. Daun - daun yang kuning dibuang kemudian diikat sesuai dengan permintaan konsumen dan siap untuk dipasarkan.









 

No comments :

Post a Comment