Balai Penyuluhan Kecamatan Kapuas Timur merupakan BPK yang terletak berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Selatan ( Banjarmasin ). Mulai tahun 2013 melaksanakan Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan ( P2KP ). Salah satu kegiatan yang dilaksanakan antara lain melalui kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari ( KRPL ). Sasaran dari kegiatan ini adalah pemberdayaan Kelompok Wanita yang telah terbentuk. Pelaksana kegiatan ini adalah Kelompok Wanita yang telah terbentuk dan memiliki kepengurusan dan anggota minimal 25 orang.Pada awalnya kelompok sebelum kegiatan dimulai membuat Kebun Bibit Desa ( KBD ) yang sebelumnya dilakukan pertemuan dengan anggota kelompok wanita yang dihadiri oleh BPK, Pendamping Desa, Pendamping Kabupaten dan kepala Desa untuk membahas Rencana Kegiatan dan Kebutuhan Anggaran ( RKKA ) tentang Komodite apa yang akan dikembangkan untuk Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan bagi masing - masing anggota.Berdasarkan RKKA itulah nantinya masing - masing anggota memanfaatkan lahan pekarangan sesuai dengan potensi dan kondisi lahan. Tahapan - tahan dalam Kegiatan KRPL Kelompok Wanita antara lain :
1. Pembuatan Kebun Bibit Desa ( KBD )
Kegiatan ini seluruh anggota perperan aftif dalam pembuatan kebuan bibit secara gotong royong dengan terjadwal sesuai dengan kesepakatan pada waktu rapat , mulai dari penyiapan media tanam untuk penyemaian antara lain terdiri dari tanah + pupuk Kandang + abu dengan perbandingan 1+1+1 sekam dan tidak kalah pentinganya yaitu penambahan kapur pertanian/procal hal ini penting karena di daerah Kapuas Timur pada umumnya tanahnya masam. Setelah tanah tercampur baru dimasukan kedalam polybag kecil atau bahan lain misalnya bekas gelas air mineral yang sebelumnya teha dilubangi terlebih dahulu agar tidak tergenang nantinya jika disiram dengan air. Setelah diisi dengan tanah kurang lebih 3/4 dari polybag selanjutnya disiram sampai merata baru dibiarkan 3 - 5 hari baru benih bisa langsung disemai secara langsung pada polybag atau ddisemai terlebih dahulu baru dipindah, hal ini penting agar mengurangi saknan apabila nantinya bibit ditanam di lapangan.
2. Penanaman.
Bibit yang telah dibuat bersama secara gotong royong bersama anggota setelah umur 1 bulan langsung dibagikan kepada anggota kelompok Wanita yang selanjutnya untuk ditanam pada masing - masing anggota dalam optimalisasi pemanfaatan pekarangan. Pada kegiatan ini mengingat pada kelompok ini pada daerah pasang surut maka penanaman dilakukan dengan menggunakan polybag, atau bahan lain misalnya bekas Semen, atau kaleng - kaleng bekas yang sudah tidak bermanfaat. Sebelum penanaman polybag disisi dengan tanah subur yang telah disiapkan dengan media tanah + pupuk Kandang + abu sekam. Penanaman dilakukan pada saat pagi hari atau sore dengan cara mengeluarkan bibit secara hati - hati dari polybag kecil agar tidak pecah baru dimasukkan kedalam media yang telkah disiapkan baru disiram dengan air.
3. Pemeliharaan.
Kunci keberhasilan dalam pemanfaatan lahan pekarangan adalah memelihara tanaman mulai dari kecil antara lain , penyiraman, pemupukan, penyiangan dan pengendalian hama dan penyakit apabila diperlukan disesuaikan dengan kondisi tanaman.Pemanenan dilakukan pada umur 2- 3 bulan tergantung dengan pertumbuhan tanaman.
4. Peran BPK dalam KRPL
Keberhasilan KRPL tidak terlepas dari peran penyuluh di BPK, hal ini penting dengan adanya pendampingan secara intensif untuk melakukan pertemuan rutin dalam membahan kendala - kebdalan yang dihadapi oleh kelompok wanita terutama dari segi tehnis budidaya, pemeliharaan. Pada kegiatan ini BPK dituntut untuk menjadi percontohan untuk itu pada lahan BPK dapat dimanfaatkan sebagai lahan percontohan pemanfaatan lahan pekarangan sehingga petani/anggota kelompok wanita bisa melihat secara langsung.
5. Saran dan Penutup.
> Keterpaduan antar stake holder dalam mengawal pelaksanaan KRPL masih perlu ditingkatkanlagi yang didasarkan pada tupoksinya masing - maisng agar program KRPL lancar dan sukses.
> Petugas lapangan pendamping KRPL yang merupakan motor penggerak harus kreatif, inovatif dan komonikatif.
> Menumbuhkan motifasi untuk menanam, memelihara, dan mengkonsumsi hasil kepada para pelaku RPL harus didengungkan secara terus menerus.
> Keberhasilan program KRPL sangat tergantungdari : motifasidari para pelaku RPL , nilai manfaat yang diperoleh,rasionalisasi volume dan jenis komodite,ketertsediaan sarana perbenihan yang memadai,pendampingan secara periodik, dukunganpembiayaan,dan kemudahan akses pasar