Tanaman ubi kayu juga disebut singkong, pohong, di kalimantan juga bernama jawau saat ini sudah banyak diusahakan pada lahan kering . Namun demikian pada lahan - lahan basah juga sudah mulai diusahakan oleh petani di lahan pasang surut khususnya di wilayah kabupaten kapuas utamanya di Balai Penyuluhan Kecamatan Kapuas Timur petani mulai mengusahakan ubi kayu ini. Apalagi saat ini sesuai dengan program pemerintah melalui Departemen pertanian telah menganjurkan penggunaan bahan pangan lokal dan menggalakan pangan non beras untuk mengurangi konsumsi beras.Untuk mengusahan usaha budidaya tanaman ubi kayu ini pada lahan pasang surut agak berbeda dengan pada daerah-daerah lain non pasang surut.
Adapun tahapan dalam pembuatan surjan antara lain membersihkan sisa-sisa tunggul/potongan bekas pohon yang telah ditebang, kemudian dilakukan tahapan pembuatan guludan/ bedengan-bedengan . Besarnya bedengan tergantung dari keadaan luas tanah pemilik lahan. Apabila lahan surjan nantinya untuk ditanami ubi kayu makan lebar bedengan antara 2- 3 meter. Cara pembuatannya tanah hasil galian pada tanah atas dilempar ke arah bedengan dengan ketinggian dengan melihat ketinggian air pada saat pasang surut, semakin air pasang tinggi maka tinggi bedengan semakin tinggi, namun bisa diancar-ancar antara 50 - 60 cm. Jarak antar bedengan 4-5 meter kenapa lebih lebar karena untuk antar bedengan ini nantinya dapat ditanami dengan tanaman padi karena kondisinya berair.
Gambar 2 Surjan yang sudah ditanami
Gambar 1 Bedengan Tanaman Surjan
Pembuatan Surjan sebaiknya dilakukan pada saat musim kemarau antara bulan mei - sampai September hal ini penting karena pada saat kering memudahkan dalam pengalian tanah untuk pembuatan surjan .Setelah dilakukan pembuatan surjan tanah diolah /dicangkul ringan sambil meratakan bedengan dan dilakukan pengapuran apabila telah mulai turun hujan dengan kapur dolomit antara 2 - 4 ton atau dengan menggunakan pupuk kandang .
Penanaman dilakukan pada saat menjelang musim hujan karena untuk menghindari tingkat kematian apabila ditanaman pada musim kemarau prosentasenya lebih banyak yang tidak tumbuh ,sedangkan penyiraman sulit dilakukan . Pengggunaan Varietas unggul merupakan syarat pokok untuk tingkat produksinya antara lain Varietas UJ-5, UK-2,2. gunakan bibit yang sehat dan bebas dari penyakit dengan menggunakan stek batang yang tidak terlalu tua dan terlalu muda. Penanaman sebaiknya jangan terlalu dalam karena hal ini akan berpengaruh terhadap produksi dan pada saat panen.Tanaman Ubi kayu tahan terhadap hama dan penyakit ,jadi petani jarang melakukan penggunaan pestisida, biasanya sejenis tunggau yang menyerang hal ini bisa dikendalikan dengan pestisida yang efektif.
Panen ubi kayu dilakukan antara 10 - 12 bulan tergantung dari varietas yang ditanam, dengan produksi untuk lahan surjan ditingkat petani saat ini 2 - 2,5 ton / borong atau 50 - 70 ton / hektar. dengan harga Rp.2.500 - Rp.3000,-. Mudahan tulisan ini ada manfaatnya terutama petani lahan pasang surut yang ingin mengembangkan tanaman ubi kayu dengan sistem surjan.

