Lahan pasang surut agak berbeda dengan lahan -lahan pada umumnya yang ada di wilayah negara masing-masing,karena mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Pada lahan pasang surut umumnya petani/masyarakat masih belum memanfaatkan secara maksimum untuk dikelola secara intensif, padahal mempunyai peluang usaha yang menjanjikan tergantung bagaimana kita menyiasatinya.Kondisi lahan yang terus menerus basah diakibatkan oleh naik turunnya air pasang menyebabkan lahan pekarangan yang dimiliki oleh warga dibiarkan tidak ada tanaman yang bisa menghasilkan bagi keluarga.
Upaya pemanfaatan lahan
Dalam pemanfaatan lahan didaerah pasang surut memerlukan ketekunan dan kejelian terutama dalam menentukan jenis komodite apa yang cocok untuk pekarangan. Untuk itu perlu diperlukan perencanaan yang matang agar nantinya tidak menimbulkan kerugian akibat modal yang kita keluarkan tidak sebanding dengan apa yang kita dapatkan. Beberapa jenis tanaman yang bisa ditanam dalam lahan pekarangan khususnya daerah pasang surut antara lain, untuk tanaman keras misalnya rambutan, mangga, kuweni, petai, jeruk dan cempedak.Sedangkan untuk jenis tanaman sayuran yang biasa ditanamn antara lain, bayam, katu, cabe rawit, terong, sawi dll.
Tehnik Budidaya
Tanaman diatas jembatan BPP
Sebelum mencoba jangan menyerah dulu sebelum kita menentukan apa yang harus kita lakukan ,penanaman dilahan pasang surut bisa dilakukan dalam polybag, atau langsung pada lahan . Namun apabila ditanam langsung pada lahan memerlukan biaya yang banyak karena kita harus membuat guludan agar tanah menjadi tinggi yang diharapkan apabila pada saat air surut tanaman tidak tergegang. Pengalaman dari penulis dengan menyiasati diantaranya penanaman dalam polybag. Hal ini kayanya lebih berhasil daripada ditanaman pada lahan langsung karena biar terendam air pada saat air pasang tanaman tidak mengalami mati.Untuk menyiasati bisa ditaruh diatas kayu/jembatan untuk menghindari tergenangnya air pada saat pasang disamping posisi pot bisa ditempatkan langsung pada tanah. Namun perlu diingat kondisi dalam pot harus selalu dijaga agar tidak mengalami kekeringan apabila tidak turun hujan.
Pemeliharaan tanaman
Sejenis tanaman apapun apabila tidak dipelihara secara intensif bakan tidak mendatangan hasil yang kita harapan . Untuk itu tanaman memerlukan unsur hara yang diperlukan diantaranya memberikan pupuk yang diperlukan. Disamping pemberian pupuk/kompos yang diberikan pada saat awal tanam dalam media tanam,pemberian pupuk kimia bisa diberikan apabila diperlukan.Pemberian pupuk seperti, urea, NPK maupun pupuk lainya bisa diberikan secara langsung pada polybag atau bisa dengan dilakukan penyiraman agar lebih cepat terserap oleh tanaman.Pada umumnya lahan pasang surut bersifat asam untuk itu sebaiknya pada saat penyiraman pada tanaman air untuk mencampur pupuk bisa dicampur dengan kapur dolomit.
Pengendalian hama dan penyakit
Hama yang sering menyerang pada tanaman dalam pot di lahan pasang surut pada umumnya pada saat-saat awal pertumbuhan diantaranya bekicot dan kumbang kubah. Untuk mengendalikan bisa langsung ditangkap secara langsung misalnya hama siput/bekicot yang biasa menyerang pada malam hari, sedang kan pada hama kumbang kubah biasanya menyerang pada pagi hari yang memakan daun-daun muda hal ini bisa dikendalikan seperti pada siput tersebut dengan hati - hati karena hama ini kalau didekati langsung terbang.Jenis penyakit yang sering menyerang diantaranya layu karena bakteri, untuk mengendalikan bisa dengan mencabut tanaman yang telah terserang agar tidak menular dengan tanaman lainya.
Panen
Panen dilakukan tergantung dari jenis tanaman yang ditanam, untuk tanaman pepare misalnya dapat dipanen pada saat umur 60 hst tergatung dengan pertumbuhan tanaman dan varietas, sedang untuk jenis tanaman lain sawi, kangkung atau bayam dapat dipanen pada umur 20 hari sudah bisa dipetik.Diaharpkan dengan pemanfaatan lahan pekarang di lahan pasang surut ini bisa menambah pendapatan keluarga khususnya belanja ibu-ibu dirumah untuk keperluar dapur, tapai kalo berlebihan bisa dikasihkan dengan tetangga ya.
